Header Ads

Breaking News
recent

Tycoon Sofjan Wanandi ingin meningkatkan sistem pendidikan Indonesi

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), per 2016, 59,6 persen tenaga kerja Indonesia terdiri dari lulusan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

“Industri 4.0 akan segera datang, tetapi sistem pendidikan kita belum siap. Dengan kehadiran [kampus asing di Indonesia], [universitas] lokal akan termotivasi untuk mengikuti kualitas, ”katanya kepada The Post.

Setelah meningkatkan pendidikan tinggi, Sofjan ingin meningkatkan pendidikan dasar, dari SD, SMP ke SMA. Dia berpikir bahwa sistem pendidikan dasar Indonesia terlalu menekankan pada jumlah mata pelajaran yang sedang dipelajari dan mengabaikan kualitas hasil.

“Kami memiliki terlalu banyak pelajaran di sekolah, tetapi itu menghasilkan pengetahuan yang dangkal. Pada akhirnya, orang tua mengirim anak-anak mereka ke luar negeri. Tetapi tidak semua orang tua memiliki uang untuk melakukannya, ”katanya.

Dengan sistem pendidikan yang lebih baik, ia berharap di masa depan dapat meningkatkan kualitas hidup, serta kondisi ekonomi dan politik di Indonesia. Saat ini, katanya, banyak politisi di Indonesia tidak berpikir untuk memperbaiki bangsa tetapi hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri.

“Di Indonesia, partai politik digunakan untuk kepentingan kelompok. Kami berjuang melawan saudara-saudara kami sendiri dan kami lupa membangun bangsa, ”katanya.

“Itu harus dimulai dari pendidikan, dan kita butuh pemimpin yang bisa memberi contoh,” katanya.

Selain pendidikan, Sofjan juga ingin menciptakan kebijakan yang dapat mendukung usaha kecil dan menengah (UKM). Dia mengakui bahwa dalam pekerjaannya di masa lalu, dia tidak terlalu memperhatikan bisnis yang lebih kecil.

“Dulu, saya hanya fokus pada perusahaan besar. Sekarang saya ingin berkonsentrasi pada UKM. Kami masih memiliki kesenjangan besar antara UKM dan bisnis yang lebih besar, ”katanya kepada Post.

Pendiri Triputra Group dan mantan direktur utama Astra International Theodore “Teddy” Permadi Rachmat, yang menghadiri peluncuran buku itu, berharap bahwa Sofjan dapat terus bekerja meskipun usianya sudah cukup jauh, membandingkan
Sofjan kepada Mahathir Mohamad, yang baru terpilih kembali sebagai perdana menteri Malaysia pada usia 92 tahun.

“Harapan saya adalah jika Mahathir masih bekerja pada usia 92 tahun, Pak Sofjan tidak boleh kalah darinya,” katanya saat peluncuran buku.

Eksekutif lain yang menghadiri peluncuran buku, seperti mantan presiden direktur Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan Danusasmita dan rektor Universitas Prasetiya Mulya Djisman Simandjuntak, mengharapkan hal yang sama untuk Sofjan.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan bahwa Sofjan adalah pengusaha yang berbeda karena ia berusaha memberikan yang terbaik bagi bangsa.

Tidak ada komentar:

Tegalsiana-085741799056-Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.