Header Ads

Breaking News
recent

Indonesia mencoba untuk mengangkat hambatan perdagangan di Afrika

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengadakan pertemuan bilateral dengan delegasi dari Maroko, Somalia dan Nigeria di sela-sela Forum Indonesia-Afrika pada hari Selasa di Nusa Dua, Bali sebagai bagian dari upaya untuk menghilangkan hambatan perdagangan.


"Pertemuan bilateral adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan perdagangan Indonesia dengan negara-negara Afrika yang tahun ini diperkirakan akan tumbuh 11 persen," kata menteri sebagaimana tercantum dalam pernyataan pers yang diterima oleh The Jakarta Post pada hari Rabu.

Nilai perdagangan Indonesia-Afrika tercatat sebesar US $ 8,84 miliar pada tahun 2017, peningkatan 15,25 persen dibandingkan tahun 2016.

Salah satu hambatan untuk berdagang dengan negara-negara Afrika adalah tarif tinggi karena Indonesia tidak memiliki perjanjian perdagangan dengan mereka, kata Enggartiasto.

Ketika bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Maroko, Mounia Boucetta, Enggartiasto membahas negosiasi tarif preferensial (PTA) yang diusulkan oleh Indonesia.

“Selama pertemuan, Maroko mendukung proposal tersebut. Namun sebelum negosiasi PTA dimulai, akan ada pertemuan dengan para ahli di bulan Juni untuk membahas ide tersebut, ”kata Enggartiasto, seraya menambahkan bahwa Indonesia juga akan mengirim misi dagang ke Maroko dari 27 hingga 28 Juni.

Dengan sekretaris Nigeria Menteri Pertambangan dan Baja Federal Abdulkadir Muazu, Enggartiasto mencari konfirmasi tentang usulan Indonesia untuk mendirikan PTA Indonesia-Nigeria dan PTA lain antara Indonesia dan Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat di mana Nigeria adalah anggotanya.

Sementara itu, Enggartiasto mengatakan Somalia adalah pasar potensial, tetapi Indonesia belum dapat membangun perdagangan langsung dengan negara karena masalah keamanan. (

Tidak ada komentar:

Tegalsiana-085741799056-Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.