Header Ads

Breaking News
recent

Para dosen di Semarang menandatangani pakta integritas melawan radikalisme di kampus

Para pemimpin dan dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) hari Selasa menandatangani pakta integritas dalam upaya mereka untuk menghentikan penyebaran ajaran radikal di kampus.

Rektor Unnes Fathur Rokhman mengatakan pakta integritas merupakan bagian dari komitmen dari semua guru dan siswa untuk membuat universitas bebas dari korupsi, penyalahgunaan narkoba dan radikalisme.

“Kami akan memecat dosen yang terbukti melanggar pakta dan pegawai negeri, kami akan mengembalikannya kepada negara. Untuk siswa yang melanggar komitmen ini, kami akan mengirim mereka kembali ke orang tua mereka, ”kata Fathur di Semarang pada hari Selasa.

Dia membuat pernyataan itu sebagai tanggapan terhadap pemecatan seorang dekan dan tiga dosen dari universitas negeri terkenal di Jawa Timur karena mereka dinyatakan bersalah menyebarkan ajaran radikal.

Fathur mengatakan Unnes akan mempercayakan penanganan anggota akademik yang dicurigai telah menyebarkan ajaran radikal kepada polisi.

“Kami mengembangkan karakteristik pendidikan di sini berdasarkan Pancasila, nasionalisme dan prinsip-prinsip pertahanan negara. Bagi kami, Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI] tidak perlu dipertanyakan lagi. Kami memiliki empat pilar yang kami patuhi. Mereka terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika [Unity in Diversity], ”kata Fathur.

Untuk mencegah penyebaran radikalisme, sekolah hukum universitas membuka klinik antiterorisme untuk memperkuat dialog antara siswa dan kolega dan dosen mereka

Tidak ada komentar:

Tegalsiana-085741799056-Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.