Indonesia, Qatar untuk mendirikan dewan bisnis
Pebisnis Indonesia dan Qatar berusaha meningkatkan kerja sama di masa depan untuk memanfaatkan peluang bisnis besar yang tersedia di kedua negara.
Pada hari Rabu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Kamar Qatar menandatangani nota kesepahaman untuk membentuk dewan bisnis bersama.
Mohamad Bawazeer, wakil ketua komite permanen Kadin untuk Timur Tengah, mengatakan dewan itu diharapkan membantu meringankan urusan bisnis antara kedua negara.
Kurangnya informasi tentang dua pasar telah menghambat mereka dari mendongkrak perdagangan dan investasi sejauh ini, tambahnya.
"Sektor swasta kami perlu mendekati pasar ini secara lebih intensif karena potensinya yang sangat besar," kata Bawazeer kepada wartawan di Forum Ekonomi Qatar-Indonesia.
Forum ini diadakan dengan latar belakang krisis yang sedang berlangsung antara Qatar dan negara-negara tetangganya, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, atas dugaan dukungannya untuk terorisme.
Negara Teluk mencari peluang bisnis lebih banyak di luar kawasan, seperti sumber makanan dan kebutuhan dasar.
Acara ini juga diikuti oleh sesi pencocokan bisnis yang bertujuan untuk menghubungkan perusahaan Indonesia dan Qatar untuk mendiskusikan potensi kemitraan bisnis dan peluang perdagangan.
Ekspor Indonesia ke Qatar mencapai US $ 188 juta tahun lalu, jauh lebih rendah daripada ekspor dari negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia dan Vietnam, yang mengirimkan barang dan komoditas masing-masing sebesar $ 353,7 juta dan $ 290,1 juta, demikian ditunjukkan oleh data Trademap.



Tidak ada komentar: