Header Ads

Breaking News
recent

PBNU Mulai Keberatan Atas Kebijakan Sekolah 8 Jam per Hari Untuk Dicabut

Kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang telah membuat kebijakan kontroversi mengenai jam sekolah selama delapan jam, dimana siswa sekolah masuk sekolah jam tujuh pagi sampai selesai sekitar pukul empat sore, membuat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menolak. Kebijakan ini sangat meresahkan masyarakat, sehingga Pengurus meminta kepada Presiden guna membatalkan kebijakan lima hari sekolah atau Full Day School, Menolaknya sistem sekolah 'menginap' tersebut tidak signifikan alasannya bahwa sekolah lima hari kerja diperuntukan bagi mereka yang orangtua bekerja di kantor dan pulangnya sore/malam hari. Ini bukan alasan yang tepat, mengingat bahwa di daerah justru sebagai petani dan nelayan dalam kegiatannya sehari-hari. Pengurus Besar NU tersebut mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan karakter seorang anak tidak harus menambahkan waktu belajar lebih lama di sekolah yaitu selama delapan jam sehari.

Tidak ada komentar:

Tegalsiana-085741799056-Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.