Header Ads

Breaking News
recent

Kenangan Kisah 75 Tahun Remaja Anne Frank di Era Holocaust "Nazi Jerman"

Annelies Marie Frank atau Anne Frank adalah seorang gadis yang tidak menyangka jika buku yang ia tulis 75 tahun yang lalu akan menjadi inspirasi jutaan orang di dunia. Ketika dia masih remaja sering menulis pengalaman hidupnya tentang masa Nazi Jerman, dia menulis di buku harianya yaitu sebuah pengalaman yang ia alami dimasa=masa suram bernama Holocaust dimana genosida (pembunuhan massal terhadap orang Yahudi dan kelompok lain).

Dalam buku harianya dia menulis masa titik pertama kedunia Holocaust yang rumit dan sulit. pada kisah pribadinya yang sangat menarik dan dia memberikan wawasan kepada pembacanya tentang masa yang gelap dalam sejarah manusia. Dia menjadi contoh lebih dari satu juga anak Yahudi dibunuh masa Holocaust. Seorang sejarahwan mengemukakan bahwa buku harian yang dia (Anne Frank) tulis kemudian dibukukan setelahnya beberapa puluh tahun kemudian, kemudian buku tersebut dapat mudah diakses oleh pembaca muda karena buku harian tersebut ditulis oleh remaja seusianya. Buku harian tersebut dikatakan merupakan salah satu buku harian anak-anak dan remaja yang kita milik di era kejayaan Holocaust. Kisah pada buku harian Anne Frank bermula di tahun 1942-1944, sebelum dia ditangkap oleh Nazi, dia bersama orangtuanya dan empat orang Yahudi Belanda bersembunyi di sebuah loteng yang tersembunyi di balik kantor bisnis keluarganya di Amsterdam. 

Hari-harinya di tempat persembunyianya ia catat lengkap dalam sebuah buku harian yang merupakan hadiah ulangtahunya. Tulisan pertamanya tertanggal 12 Juni 1942.  Dia mencatat tentang ketegangan serta bahaya yang dihadapi keluarganya. Namun, bukan hanya masalah kehidupan sehari-harinya, dia menceritakan bagaimana pemikirannya sebagai orang muda serta idealismenya. Dia tulis berbau humor, momen kelembutan serta harapan yang dia hadapi di masa sulit tersebut.

Selama 2 tahun bersumbunyi di tahun 1944, siaran radio Belanda menyiarkan dari London bahwa buku harian yang disimpan selama perang dikumpulkan dan diarsipkan untuk masyarakat Belanda. Anne mendengarkan siaran itu dan terinspirasi untuk mengerjakan ulang buku harianya dan menjadikan sebuah novel. Meski ia smepat ragu atas kemampuanya untuk menulis kembali, tetapi Anne membayangkan ketika perang sudah usai dia akan menerbitkan buku itu kembali. Akan tetapi, bahwa dia tidak mendapatkan kesempatan itu, dan pada tanggal 4 Agustus 1944, Anne beserta keluarga dan teman=temanya ditangkap ditempat persembunyianya oleh petugas Gestapo, polisi rahasia Nazi. Mereka semua dikirim ke kamp tahanan di Polandia Anne dan saudara perempuanya dipindahkan ke Bergen-Belsen, kamp tahanan lainya di Jerman. Ditempat inilah dia berumur 16 tahun dan saudaranya meninggal karena tifus pada tahun 1945. Dokumen baru yang ditemukan menceritakan bahwa Otto Frank ayah Anne sempat menghubungi beberapa orang di AS untuk mendapatkan visa untuk keluarganya, akan tetapi visa tersebut diterim tidak tepat waktu. Akhirnya setelah perang usia buku harian Anne Frank diterbitkan di Belanda pada tahun 1947 yang kemudian menyusul edisi bahasa Inggris pada tahun 1952, kemudian pada tahun 1969 buku harianya sudah diterbitkan dalam 34 bahasa hingga saat ini telah tersedia dalam 70 bahasa. Mantap bukan!

Sumber: Kompas

Tidak ada komentar:

Tegalsiana-085741799056-Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.