Header Ads

Breaking News
recent

Pilkada DKI Pilkada Harga Diri dan Martabat Bangsa

Pilkada DKI Pilkada Harga Diri dan Martabat Bangsa Indonesia, dimana setiap warganegara Indonesia (khususnya Jakarta) akan memilih pasangan calon-calon Gubernur yang akan memimpin dan membenahi serta meneruskan pembangunan di era pimpinan sebelumnya, hal ini adalah suatu kewajaran. Tetapi sejak adanya kejadian Penistaan Agama dan sebagai pelakunya sendiri adalah seorang Ahok, maka fenomenanya menjadi sangat ramai dan heboh. 
  1. Di dunia nyata berbagai demo aksi untuk menuntut agar sang penista agama dilakukan berkali-kali oleh organisasi masyarakat Islam tentunya. Tetapi pada kenyataanya si Pelaku masih bebas terbang kesana kemari. Walaupun diadakan sidang di pengadilan hingga episode ke 18 pun belum tuntas juga. Mungkinkah ada kepentingan politik?
  2. Di dunia maya pun demikian, sejak awal dan sampai sekarang dari masyarakat pro dan kontra membentuk suatu komunitas yang tentunya masing-masin grup saling membela diri kepada junjunganya, namun semua itu akan semakin menyusut dikarenakan dari warga dunia maya yang lain (pihak ketiga) atau pihak yang tidak mempunyai komunitas selalu membela yang benar. Apalagi menjelang pilkada DKI Jakarta ini, sudah semakin ramai untuk saling dukung mendukung kepada pasangan yang tidak terkena kasus.

Kalau kita mempunyai kesadaran hati, kemurnian niat tentu tidak akan memilih yang keliru, coba kita bayangkan dan renungkan masa sih saya yang beragama Islam memilih non-muslim sebagai pemimpin? Logikanya dimana bila ada Kepala Macan tapi Berbadan Kambing, akan menjadi aneh tapi nyata...
ayooo guyub rukun di Pilkada DKI Jakarta 19 April 2016....Nomor 3 saja...ini zona teraman, daripada anda atau orang muslim yang tetap memilih Ahok sebagai Penista Agama...anda mungkin dihujat oleh generasi penerusnya...

Tidak ada komentar:

Tegalsiana-085741799056-Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.