Balaikota Jakarta Berubah Menjadi Kuburan Nasional
Sejak terkalahkanya Ahok menjadi calon gubernur DKI Jakarta pada tanggal 19 April 2017 baru lalu, banyak kalangan daripada pendukung Ahok yang memilihnya mengirimkan ucapan dengan kekecewaan yang begitu mendalam, sehingga mereka mengungkapkan dengan karangan bunga. Karangan bunga tersebut setiap hari berdatangan dan bermunculan secara tiba-tiba dan mendadak, hingga akhirnya Ahok sulit memberikan balasan karena saking banyaknya. Kemungkinan setiap hari akan bermunculan atau terkirimnya karangan bunga sejenis, padahal pemberian karangan bunga tersebut diberikan bagi orang yang memperoleh prestasi, dibukanya toko-toko baru, atau seseorang mendapat jabatan tertentu, atau juga ungkapan bela sungkawa. Ini uniknya bahwa karangan bunga yang diberikan kepada Ahok, karena Ahok mengalami kekalahan yang luar biasa, sehingga para pendukung baik nonmuslim atau seagama seperti belum rela atau legowo dimana Ahok yang sekaligus penista agama kalam dalam suatu kompetisi di DKI Jakarta. Karangan bukan yang over dosis tersebut berada di halaman atau lingkungan Balaikota DKI Jakarta dan mirip seperti kuburan, apakah ini pertanda bahwa Ahok mengalami down yang sangat miris serta narsis. Pengiriman karangan bunga tersebut dikirim oleh seseorang atau kelompok tetapi sayangnya tidak ada namanya atau nama samaran, padahal biasanya terdapat alamat/nama pengirim yang jelas. Tetapi ini adalah sesuatu yang unik sekaligus boros dana, dan untuk membuat karangan bunga harus pesan dan mahal harganya tentulah yang kirim karangan bunga tersebut bukanlah warga arus bawah tetapi menengah ke-atas. Selamat membaca !



Tidak ada komentar: