Header Ads

Breaking News
recent

Kita hidup di negeri yang aneh, apakah Indonesia Aneh?

Kita hidup di negeri yang aneh, apakah Indonesia Aneh?

350 Tahun negara kita dijajah tentara dari negara asing, mereka tiba ke Indonesia awalnya hanyalah untuk berdagang, tetapi melihat suburnya Nusantara pada waktu itu, menjadikan mereka (penjajah) silau dan ingin menguasai, rempah-rempah seperti pala, kunir, lengkuas, cabe kemudian kopra, kopi dan hasil kebun lainnya. 
Lambat laun orang-orang tersebut serta merta membawa pasukan untuk menguasai wilayah NKRI, maka terjadilah perlawanan-perlawanan oleh warga pribumi yang sudah sungkan dengan mereka (penjajah) karena tidak mau pulang ke kampung ke negaranya, oleh sebab itu terjadilah peperangan yang lambat laun menjadikan tentara penjajah semakin kuat mencengkram Nusantara. 
Perlawanan dan peperangan tersebut berlangsung lama selama tiga ratusan tahun lebih, namun dengan gigihnya para pejuang kita dapat mengusir penjajahan yang bernama Belanda dan Indonesia dapat memenangkan kemerdekaan tersebut di tahun 17 Agustus 1945. 
Bersuka cita dari sabang sampai merauke dirayakan, pasca kemerdekaan ini tentu akan terjadi konflik dalam negeri, dimana ada kelompok lain yang ingin memberikan atau menyumbang pikirannya agar Indonesia mempunya haluan yang berupa paham Komunis, wadah inilah yang dinamakan PKI (katanya dulu PKI telah mempunyai anggota 5 juta saja), anggota sebanyak itu mungkin gabungan dari partai-partai yang pernah dibubarkan oleh orang-orang PKI yang dekat dengan pemerintahan saat itu. Hingga pada akhirnya PKI ingin menguasai istana tetapi usaha itu gagal karena PKI telah menculik dan membunuh para jenderal-jenderal pada tanggal 30 September 1965 atau sering disebut dengan G.30 S/PKI. Itu politik zaman orde lama. 

Tetapi PKI dapat ditumpas dengan baik, dan orang-orang yang dianggap terlibat kemudian diburu oleh tentara bersama rakyatnya sendiri, masa orde lama tumbang bergantilah menjadi orde baru yang dimotori oleh Soeharto dan selama 32 tahun beliau berkuasa, banyak hal yang perlu dipelajari pada masa itu (orde baru) hingga akhirnya sekitar tahun 1998 munculah era Reformasi, era ini adalah perubahan-perubahan yang tidak total, karena ada perbedaan sebelum dan sesudah reformasi. Masuk dalam wilayah reformasi, maka pemerintahan RI sudah mulai berganti-ganti presiden melalui Pemilu yang Jurdil. 

Hingga saat ini di era pasca Reformasi disaat Jokowi menjadi Presiden suasana sangat berbeda dengan era Presiden sebelumnya, karena banyak kedzoliman yang diperuntukan khususnya orang Islam di tanah air ini. Kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat, penggusuran untuk kepentingan pribadi, naiknya harga-harga yang sulit dikendalikan, masyarakat yang dulunya kondusif kini menjadi kehilangan arah, apalagi semenjak sang pensita agama Islam belum ditangkap, kedzoliman-kedzoliman mulai meluas dan melebar, sampai-sampai bendera kita merah putih nan suci ini dilecehkan, tetapi tidak ada tindakan dari pihak aparat. Kenapa menjadi begini negeriku, negeriku sepertinya akan jalan ditempat karena permasalahan dalam negeri yang belum terselesaikan dengan baik. Akankah era PKI akan bangkit lagi? Karena disinyalir banyaknya warga asing dari negeri “tirai bambu” telah memasuki Indonesia, alasanya karena mencari pekerjaan, dan memang tertampung menjadi pekerja di Indonesia, tapi pribumi mulai tersingkir?. 

Banyaknya serbuan orang-orang China tersebut, bagi wong dalam negeri tidak dianggap, karena mereka adalah para aparatur kementerian yang notebene kepala pemerintahannya bagian dari mereka. Kesimpulanya adalah Aneh, oleh karena itu adalah marilah kita kompak untuk membenahi dari ke-anehan ini. Yang lebih aneh lagi adalah ketika pembela yang benar ditangkap tetapi penghina agama secara terang-terangan dibiarkan bebas lepas, Aneh gak?

Tidak ada komentar:

Tegalsiana-085741799056-Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.